AKSI NYATA MODUL 3.3 "PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID"

" PROGRAM GERAKAN MEMBERSIHKAN SAMPAH SEKOLAH (GMS2)"

1. Peristiwa (Facts) : Deskripsi Singkat Aksi Nyata

A. Latar Belakang

 Sekolah Merupakan Sebuah Ekosistem sebagai salah satu wadah bagi murid untuk tumbuh kembangnya bakat, minat dan potensi yang dimiliki. sebagai sebuah ekosistem sekolah juga merupakan tempat untuk menumbuhkembangkan karakter murid dengan cara melakukan pembiasaan-pembiasaan positif sehingga akan muncul perilaku yang menetap sehingga menjadi sebuah budaya positif pada diri murid-murid. Pembiasaan Positif yang dilakukan adalah dengan merencanakan Program Gerakan Membersihkan Sampah Sekolah" (GMS2)" yang memberi kepercayaan pada murid sebagai pemimpin program yang di dampingi oleh guru.

 Guru sebagai pemimpin pembelajaran sekaligus sebagai aset sekolah dituntut mampu menyelenggarakan suatu program yang dapat mengembangakan kepemimpinan murid. Program tersebut adalah Gerakan Membersihkan Sampah Sekolah yang merupakan salah program yang dirancang untuk menumbuhkembangkan budaya positif pada diri murid, agar lingkungan sekolah menjadi bersih dan nyaman untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

Pada Saat ini masalah sampah menjadi isu yang penting, kesalahan dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan banyak musibah mulai dari longsornya tumpukan sampah, banjir diberbagai wilayah dan Pencemaran Lingkungan.Sampah yang dibuang dengan sembarangan Juga meninbulkan Pemandangan Yang tidak nyaman. mengelola sampah membutuhkan kerja sama yang baik disemua lapisan masyarakat. Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan memiliki kewajiaban untuk mulai menanamkan kesadaran akan pentingnya Lingkungan kepada Murid-muridnya. 

B. Alasan Melaksanakan Aksi Nyata

Alasan Saya membuat Aksi nyata ini membuat Program Sekolah Gerakan Membersihkan Sampah Sekolah adalah Untuk menumbuhkembangkan Karakter Murid dengan cara melakukan pembiasaan-pembiasaan positif sehingga akan muncul perilaku yang menetap sehingga menjadi sebuah budaya positif pada diri murid-murid.




 

Dukungan dari semua warga sekolah dan semangat dari setiap murid, guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan kegiatan ini yang semakin menguatkan untuk melaksanakan aksi ini, melihat visi yang sama dengan visi sekolah yaitu berprestasi, berkarakter, berbudaya berdasarkan iman dan taqwa. Saya yakin program ini dapat berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dan disaat murid memperlihatkan hasil kegiatan mereka dan kepedulian mereka dalam memelihara kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup tempat mereka belajar. Lingkungan kelas dan sekolah yang selalu bersih, tertib dan nyaman beserta pelaporan kegiatan baik berupa dokumentasi foto atau video kegiatan serta refleksi kegiatan yang telah lakukan maka disitulah saya merasakan keberhasilan dari program ini telah terlaksana dengan baik.Dengan menerapkan pendekatan Inkuiri Apresaiatif tahapan BAGJA kita akan menemukan data valid alasan mengapa Gerakan Membersihakn Sampah Sekolah.

C. Hasil Aksi Nyata

Dengan Program "GMS2" menumbuhkan  kesadaran dan kepemimpinan murid-murid pada diri masing-masing bahwa setiap melihat ada sampah langsung diambil kemudian membuang sampah pada tempat yang telah disediakan berdasarkan jenis sampahnya, misalnya sampah Organik dan Anorganik. dan dengan Program GMS2 Murid-murid dapat Mengelola sampah dengan Cara 4R disekolah diharapkan dapat membentuk karakter murid yang mencintai Lingkungannya dan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab agar lingkungan tempat mereka berada tetap bersih dan sehat.




2. Perasaan (Feelings) :Perasaan Ketika atau Setelah menjalankan Aksi Nyata

Perasaan saya ketika atau setelah menjalankan aksi nyata program sekolah berdampak pada murid ini melalui kegiatan Gerakan Me,bersihkan Sampah Sekolah adalah senang sekali, karena murid dan guru memiliki semangat sehingga timbul rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah. Murid merasa semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah. Selain itu murid merasa lebih dihargai atas kerja mereka yang sesuai dengan kesepakatan yang dibuat. Disaat murid dan anggota kurang disiplin dalam melaksanakan program, guru atau walikelas memiliki keterlibatan yang sangat penting dalam memberikan motivasi dan semangat kepada murid. Kemampuan untuk pengendalian diripun menjadi sangat penting sebagai seorang guru. Ketika murid sudah bisa mengikuti semua program dengan baik. Sungguh merupakan kebanggan tersendiri bagi guru karena murid telah memiliki semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah. Berikan apresiasi terhadap semua murid dalam pencapaian belajarnya memiliki semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah.

3. Pembelajaran (Findings) : Apa saja yang didapatkan

 Untuk murid yang tidak memiliki semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah diingatkan dan diberikan arahan supaya mereka berperan aktif dalam kegiatan ini. Semua murid harus memiliki semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah.Mengapa murid masih ada yang kurang disiplin dalam melakukan kegiatan program? Hal ini terjadi karena sulitnya melakukan pengawasan secara langsung pada kegiatan. Hal ini dapat mempengaruhi pada keberhasilan program yang dilakukan atau disepakati. Peluang yang kemungkinan terlewat adalah keterlibatan orang tua sebagai pemberi arahan dan semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah.

4. Perubahan (Future) : Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di masa yang Mendatang

 Saya berharap semoga program ini dapat berjalan seterusnya sehingga kebersihan Lingkungan senantiasa terjaga. dan murid memiliki semangat dalam menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya positif sekolah maka murid akan mengendalikan kehidupan sesuai dengan perkembangan zaman dan kodratnya sebagai seorang pemimpin. Perubahan yang sudah terjadi adalah murid sudah melakukan kegiatan ini sebagai budaya postif. Hal ini dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan dari pihak sekolah, murid, orang tua dan berbagai pemangku kepentingan. Rencana untuk masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini bukan hanya berjalan selama program berlangsung. Melainkan dapat berjalan secara terus menerus sebagai budaya positif bagi murid dan sekolah.

Orang tua murid dan komunitas praktisi memiliki keterlibatan secara langsung dalam kegiatan aksi nyata ini . Motivasi dan dorongan dari orang tua sangat dibutuhkan dan tim komunitas untuk selalu membimbing dan mengingatkan murid baik secara langsung di rumah atau di sekolah tentang kepedulian terhadap lingkungan sehingga keberhasilan program Gerakan Membersihkan Sampah Sekolah seperti yang diharapkan


_Rika Anisa, S.Pd_


Comments

Post a Comment